Kualitas riset mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi semakin meningkat. Hal itu tergambar dalam skripsi 33 mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi angkatan 2013 dan 2014 yang telah menyelesaikan Skripsi yang diuji dalam Sidang Skripsi (Selasa/28/08/2018).

“Kami harapkan, kualitas lulusan FPIPS (Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) UPI ini dapat menunjukkan karakternya sebagai orang yang berguna bagi lingkungan sosialnya, baik dalam masyarakat maupun lingkup professional,” ujar Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd, selaku Wakil Dekan I Akademik FPIPS.

33 Judul Skripsi yang disidangkan mengangkat topik beragam dengan metodologi yang berbeda. Selama ini, riset di Departemen Ilmu Komunikasi UPI menekankan pada kebaruan kajian Ilmu Komunikasi dan menghindari penelitian-penelitian yang usang. Artinya, mahasiswa dituntut untuk menyikapi topik kontemporer dengan teori dari referensi keilmuan yang terbarukan.

Contohnya, topik LGBTQI dalam media sosial yang ditangkap dalam judul “Pengelolaan Kesan Transgender dalam Sosial Instagram (Studi Kasus terhadap Transgender Kota Bandung) yang ditulis oleh Diva Riztiana Melati. Atau, “Representasi Hak Hidup Layak Anak-anak Korban Penggusuran Kampung Akuraium” yang ditulis oleh Saedatul Faridah dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes.

Salah satu penguji, H.P Diyah Setiyorini, MM., mengaku bahwa kualitas penelitian mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi UPI patut mendapatkan pujian. “Saya pun mendapat inspirasi terkait komunikasi pemberdayaan dari salah satu mahasiswa yang diuji. Itu minat riset saya dalam sustainable tourism,” pujinya.

Dengan kualitas riset yang mumpuni, seluruh peserta sidang dinyatakan lulus. “Selama ini kita telah memberikan Pendidikan terbaik yang mampu kami berikan. Namun, perlu dicatat, kami tidak menyiapkan sarjana siap pakai, tapi sarjana yang siap belajar dan adaptif,” ujar Dr. Ridwan Effendi, M.Ed, sekaligus menutup yudisium.

“Pendidikan sarjana telah selesai. Namun, perjuangan selalu berhadapan dengan kata mulai, tak akan pernah usai,” ucap salah seorang Sarjana Ilmu Komunikasi yang berbahagia.

***MFR