Bandung, UPI – Rapat rutinan program studi Ilmu Komunikasi pada tanggal 27 Agustus 2021 membahas mengenai awal perkuliahan semester ganjil tahun ajaran 2021-2022. Adapun rapat ini dihadiri oleh berbagai tenaga pendidik mulai dari guru besar, dosen, dan juga staff program studi Ilmu Komunikasi. Rapat yang diselenggarakan secara daring dengan memanfaatkan aplikasi pertemuan online Zoom Meeting ini membahas beberapa poin penting seperti halnya perkenalan tenaga pendidik baru di lingkungan program studi Ilmu Komunikasi, restrukturisasi kurikulum, wacana pembelajaran dengan menerapkan sistem hybrid learning, serta agenda perdana webinar program studi Ilmu Komunikasi yang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMIKASI).

Pada informasi pertama, ketua program studi Ilmu Komunikasi Bapak Dr. Ahmad Fahrul Muchtar Affandi M.Si mengenalkan salah satu tenaga pengajar baru yaitu Fathiyyah Martufani, S.Psi, M.Ir atau akrab dengan sebutan Ibu Fani. Beliau merupakan lulusan dari Universitas di Amerika dan berhasil lulus dengan gelar M.Ir. Uniknya, beliau bukan pertama kali menjadi tenaga pengajar di program studi Ilmu Komunikasi melainkan pernah mengajar sebelum akhirnya ditarik untuk mendampingi tugas Menteri Hukum dan HAM.

Informasi kedua yaitu mengenai pembahasan restrukturisasi kurikulum yang mana pihak program studi masih melakukan perancangan kurikulum melalui mata kuliah yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Hal ini ditandai dengan pembahasan dua guru besar yaitu Prof. Atie Rachmiatie, M.Si dan juga Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si yang menyatakan tentang kebutuhan perguruan tinggi dengan industri lapangan pekerjaan yang masih berbanding terbalik. Prof. Atie Rachmiatie, M.Si menyatakan bahwa keprofesian komunikasi selalu mengalami perubahan yang cepat sehingga bisa dikategorikan sebagai perubahan secara revolusioner. Beliau mengusulkan pula bahwa profil lulusan dapat dijadikan sebagai unggulan jurusan dan banchmarking Ilmu Komunikasi dengan jurusan Ilmu Komunikasi kampus lain.

Selain dari pembahasan restrukturisasi kurikulum, rapat rutinan tersebut juga membahas mengenai wacana perkuliahan yang akan dilakukan secara hybrid yaitu percampuran antara luring dan daring. Adapun beberapa hal yang menjadi pertimbangan perkuliahan hybrid adalah mata kuliah yang memerlukan praktikum, mahasiswa yang mengikuti pembelajaran adalah mahasiswa yang berdomisili Bandung dan Kabupaten Bandung serta mendapatkan izin dari orang tua.

Agenda terakhir dari rapat yang dilaksanakan adalah pengumuman diadakannya webinar program studi Ilmu Komunikasi dan berkolaborasi bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMIKASI). Webinar tersebut menghadirkan pembicara seperti Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si, Prof. Drs. Ibnu Hamad, M.Si, dan juga Erwin Kustiman, S.S, S.Sos., M. Ikom.

*RA*

Language
Scroll to Top