SINAR BERJAYA DI VIHARA SINAR MULYA

Saat itu sedang hujan rintik. Jika datang cahaya, mungkin akan terlihat warna-warna indah mengukir langit Cibadak. Tapi beruntung, saya merasakan keindahan tak terduga dari sebuah vihara yang membayar luka sebab hilangnya warna-warna setelah hujan reda. Selasa (13/11), hari itu nyala sinar matahari sudah tidak terlihat lagi. Namun, Vihara Sinar Mulia justru nampak terang, mengawali malam …

SINAR BERJAYA DI VIHARA SINAR MULYA Selengkapnya »

KLENTENG SATYA BUDHI : ISTANA PARA DEWA

Diciptakan oleh aroma dupa yang menyeruak ke seluruh ruangan. Diciptakan oleh nuansa merah yang amat kuat hingga ke sudut terkecilnya. Diciptakan oleh patung dewa-dewa yang berbaris sambil menuntaskan tugasnya. Diciptakan oleh umat yang beramai-ramai datang, ingin terhapus dosanya, Klenteng Satya Budhi. Tepat di pinggir jalan Klenteng, di seberang toko bahan kimia, sebuah papan besi berukuran …

KLENTENG SATYA BUDHI : ISTANA PARA DEWA Selengkapnya »

Sang Barista dan Sepenggal Cerita

Menjadi seorang barista bukanlah bagian dari rencana Malvin sebelumnya. Bermula dari tawaran seorang kawan untuk bekerja di sebuah kafe bernama Morning Glory, mengubah pandangannya mengenai kopi. Malvin yang tadinya sekedar penikmat kopi biasa, kemudian tertarik dengan dunia dimana ia tenggelam dalam aroma dan cita rasa. Melayani customer dengan kopi buatan sendiri pun menjadi kebanggaan tersendiri …

Sang Barista dan Sepenggal Cerita Selengkapnya »

Imah Babaturan: Tempat Menemukan Teman

Awal tahun 2000-an, budaya pop “Ngopi” layaknya benih yang disemaikan secara meluas, diramu pada setiap jiwa-jiwa muda, generasi yang menyebut dirinya milenial. Banyak Coffee Shop anyar bermunculan, telampau di kota Metropolitan, menyuguhkan konsep yang modern juga instagramable. Berbeda dengan coffee shop modern kontemporer, yang menjamur di setiap inchi kota. “Warung Kopi Imah Babaturan” menjadi salah …

Imah Babaturan: Tempat Menemukan Teman Selengkapnya »

Kadatuan, Sang Perkasa Pelestari Kopi

Kaya dan unggul akan hasil bumi dan rempah, menjadikan daerah Kadatuan terdengar gagah. Kegagahannya tidak terlepas dari peran pelindungnya, macan kumbang. Keunggulan Kadatuan sebagai penghasil bumi dan rempah dari tanah priangan tidak hilang jadi kenangan. Nama daerah tinggal bangsawan ini kini jadi identitas produsen kopi unggulan. Kadatuan Koffie, begitu mereka dikenali, lengkap dengan wajah sang …

Kadatuan, Sang Perkasa Pelestari Kopi Selengkapnya »

Memetik Awal Perjalanan Kopi dari Kaki Gunung Manglayang

Kopi adalah minuman rempah yang banyak manfaat dengan ciri khas rasa dan aroma yang beragam, ada pahit, manis, dan asam. Dipetik dari kebun, dalam bentuk ceri kopi merah yang tak berarti hingga menjadi biji dengan nilai tinggi, memanggil semua orang untuk sekedar menikmati. Hamparan ladang luas perkebunan kopi di kaki gunung Manglayang menjadi awal mula …

Memetik Awal Perjalanan Kopi dari Kaki Gunung Manglayang Selengkapnya »

ANAK INDIGO: MELIHAT DENGAN MATA BATIN

Kala mata melihat wujud asing, telinga mendengar suara bising, tubuh pun bergetar terasa merinding, maka Tuhan bertanda makhluknya jamak tak hanya insan manusia. Dunia berselisih dalam kehidupan gelap dan terang, menunjukkan apa yang nampak dan terbenam. Hanya tak jelas siapa yang mampu menyoroti kebenaran, sebagai saksi kehidupan ditunjuk Tuhan. Tuhan mencipta manusia dengan keunikan berbeda-beda.Dimana …

ANAK INDIGO: MELIHAT DENGAN MATA BATIN Selengkapnya »

KETULUSAN HATI SANG PAWANG HEWAN

Hari itu Kebun Binatang Bandung tak padat oleh pengunjung. Hanya beberapaorang  yangberlalu lalang, melihat-lihatpara hewanpemalas tertidur pulas. Di sudut kandang beruang, tampak seorang pria berusia matang tersenyum ramah menyebut dirinya pawang.Ia kemudian mengajak kami duduk di depan kandang Sila, seekor singa betina dari Afrika. Ditemani oleh rintik hujan yang lima menit kemudian berubah menjadi guyuran, …

KETULUSAN HATI SANG PAWANG HEWAN Selengkapnya »

PERJALANAN HIDUP SEORANG PEROQY

Seorang laki-laki berjenggot lebat duduk dengan tenang di ruang tamu Pesantren Bekam Ruqyah Center (BRC), Bandung. Ia menggunakan koko berwarna putih dengan sedikit paduan warna coklat di sekitar leher kokonya, kontras dengan atasan, ia menggunakan celana bahan warna hitam. Romli Bahari namanya, ia merupakan salah satu ustadz di pesantren ini. Kini menjabat sebagai kepala divisi …

PERJALANAN HIDUP SEORANG PEROQY Selengkapnya »

Language
Scroll to Top