{"id":1457,"date":"2019-12-14T01:24:37","date_gmt":"2019-12-14T01:24:37","guid":{"rendered":"http:\/\/ikom.upi.edu\/?p=1457"},"modified":"2021-07-10T11:29:50","modified_gmt":"2021-07-10T04:29:50","slug":"skateboarding-roda-mungil-yang-terus-berputar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ikom.upi.edu\/?p=1457","title":{"rendered":"Skateboarding: Roda Mungil yang Terus Berputar"},"content":{"rendered":"<h6><a href=\"http:\/\/ikom.upi.edu\/?attachment_id=1459\" rel=\"attachment wp-att-1459\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-1459\" src=\"http:\/\/ikom.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/5.png\" alt=\"\" width=\"341\" height=\"256\" srcset=\"https:\/\/ikom.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/5.png 499w, https:\/\/ikom.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/5-300x225.png 300w\" sizes=\"(max-width: 341px) 100vw, 341px\" \/><\/a><\/h6>\n<h6 style=\"text-align: right;\"><em>Sumber: Dok. Pribadi<\/em><\/h6>\n<h6 style=\"text-align: right;\"><em>Potret seorang pria yang sedang fokus menentukan trik selanjutnya untuk diulik.<\/em><\/h6>\n<p>\u201cKarena <em>skateboard<\/em> itu <em>nggak<\/em> melulu tentang <em>bad attitude<\/em>, banyak hal yang bisa kita pelajari. Seperti tertantang untuk tidak pulang sebelum triknya ke-ulik\u201d Ujar Rensyid, seorang <em>skateboarder<\/em> berpengalaman dengan dedikasi yang tinggi.<\/p>\n<p>Dunia s<em>kateboard<\/em>\u00a0akan selalu tampak seperti sekumpulan remaja naif yang hanya tahu bahwa kebebasan itu sesederhana bisa melompati\u00a0<em>traffic cone\u00a0<\/em>kapan pun mereka mau. Tak masalah membuat peraturan, tak masalah membatasi keinginan, yang menjadi masalah adalah ketika hak bermain mereka diambil hanya karena keuntungan semata.<\/p>\n<p>Terhalang oleh lalu-lalang kendaraan modern dan berada tepat dibawah jalan layang Pasupati, disanalah berdiri komunitas yang layak diperhitungkan. Tanpa paksaan dan tanpa kepalsuan, mereka menikmati waktu mereka dengan sepenuh hati. Seolah hanya di tempat itu mereka bisa merasakan kebebasan yang telah dibatasi sedemikian rupa.<\/p>\n<p>Keterbatasan lahan dan stigma masyarakat tidak melunturkan semangat mereka dalam memberikan kesempatan bagi orang yang memiliki ketertarikan yang sama untuk menjadi diri mereka sendiri. Bersatu atas nama Pasopati Skateboarding Club, mereka mampu bangkit dengan solidaritas baru. Caranya cukup sederhana, hanya memberikan penerimaan di lingkungan penuh penolakan. Meski hanya bermodalkan tempat yang berasal dari dana hibah pemerintah Kota Bandung, komunitas ini mampu membangkitkan minat para <em>skateboarder<\/em> untuk kembali \u201cpulang\u201d. Mengasah kemampuan mereka tanpa perasaan ragu ataupun takut.<\/p>\n<p>Senada dengan penggambaran di atas, Rensyid membenarkan bahwa semangat mengendarai papan seluncur beroda empat itu makin hari kian meningkat. Pemuda asal Surabaya itu juga mengungkapkan bahwa jumlah anggota yang tergabung dalam komunitas tersebut sudah terlalu banyak sampai tak terhitung lagi.<\/p>\n<p><em>\u201cWaduh kalau dihitung banyak banget ya. Kalau di sini sebenarnya gak di, kayak dicatat ini berapa berapa nya. Jadi data komplit nya nggak ada, karena di sini free semuanya main. Bisa mereka. Semua umur dan untuk umum juga\u201d<\/em>\u00a0 Ujar pria yang sudah akrab dengan <em>skateboard<\/em> sejak tahun 2005 tersebut.<\/p>\n<p>Dengan sifat komunitasnya sendiri yang terbuka, siapapun boleh ikut bermain. Mengulik dan berlatih trik-trik <em>skateboard<\/em> bersama. Selain itu, ikatan yang kuat diantara mereka mampu menumbuhkan rasa kepemilikan atas Pasopati Skatepark itu sendiri. Tanpa bantuan dari pihak diluar komunitasnya, mereka memelihara fasilitas yang ada. Artinya, patungan pun tak terhindarkan sebagai ganti biaya pemeliharaan untuk tempat mereka melepas jenuh dan bersenda gurau dengan \u201ckeluarga\u201d mereka.<\/p>\n<p>Kegiatan di Pasopati Skateboarding Club tidak berhenti sampai di latihan saja. Lebih jauh, komunitas ini juga mampu mengadakan banyak acara besar. Dalam hal ini, mereka ditemani oleh komunitas Bandung Skateboarder. Sebuah kumpulan \u00a0besar yang mencakup beberapa komunitas terperenci seperti mereka.<\/p>\n<p>Perpaduan komunitas yang sejenis ini sukses mengadakan acara bertajuk <em>skateboard<\/em>. Biasanya, mereka memadupadankannya dengan musik. Mulai dari <em>launching skatepark<\/em>, pertunjukan trik, hingga lomba foto dan video. Biasanya diselingi oleh pertunjukan musik yang bergenre <em>alternative rock<\/em>.<\/p>\n<p>Meski demikian, fakta bahwa komunitas jalanan tidak pernah bisa lepas dari pandangan buruk masyarakat juga dialami oleh komunitas ini. Banyak masyarakat yang memandang mereka tak lebih dari sekedar aktivitas jalanan. Perkumpulan yang tidak lebih baik dari anak berandalan. Padahal, lebih daripada itu Rensyid menuturkan bahwa hal-hal seperti itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan <em>skateboard<\/em>. Semua itu tergantung pada pribadi masing-masing <em>skateboarder<\/em>-nya dan apa alasan mereka untuk bermain <em>skateboard<\/em>.<\/p>\n<p><em>\u201cS<\/em><em>kateboard itu sebenernya olahraga yang menyenangkan, jadi attitude<\/em><em>&#8211;<\/em><em>nya mau dibawa kemana nih<\/em><em>?<\/em> <em>J<\/em><em>angan disamaratain lah kalo skateboard itu anak yang jelek gitu<\/em><em>,<\/em><em> karena kebanyakan juga bagus<\/em><em>-bagus<\/em><em> gitu kan<\/em><em>.\u201d<\/em> Tegas Rensyid.<\/p>\n<p>Selain pandangan masyarakat, perjuangan komunitas ini untuk sampai ke titik dimana mereka bebas menyalurkan minatnya juga terkendala oleh masalah regulasi. Beberapa tahun kebelakang, sempat beredar isu larangan bermain <em>skateboard <\/em>di tempat umum. Lahan luas yang menjadi modal utama mereka bermain, perlahan dipersempit oleh regulasi yang ada. Membuat perkembangan olahraga ini cukup terhambat. Kini, tempat yang menjadi markas utama para <em>skateboarder<\/em> adalah Pasupati Skatepark dan North Skatepark Lembang.<\/p>\n<p>Mewakili <em>skateboarder<\/em> lainnya, Rensyid berharap selain pemberian lahan, pemerintah juga mulai memperhatikan bahwa <em>skateboarding<\/em> sekarang patut diperhitungkan.\u00a0 Sudah banyak <em>skateboarder<\/em> Indonesia yang mengikuti ajang internasional dan menjuarainya. Namun, tidak banyak yang tau soal ini dikarenakan minimnya publikasi.<\/p>\n<p>Berbekal harapan tadi, Pasopati Skateboarding\u00a0 Club mengajak mereka yang tertarik pada <em>skateboarding<\/em> untuk ikut menyalurkan minatnya di Pasupati Skatepark. Yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas <em>skateboarder<\/em> saat ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: Dok. Pribadi Potret seorang pria yang sedang fokus menentukan trik selanjutnya untuk diulik. \u201cKarena skateboard itu nggak melulu tentang bad attitude, banyak hal yang bisa kita pelajari. Seperti tertantang untuk tidak pulang sebelum triknya ke-ulik\u201d Ujar Rensyid, seorang skateboarder berpengalaman dengan dedikasi yang tinggi. Dunia skateboard\u00a0akan selalu tampak seperti sekumpulan remaja naif yang hanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1459,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-1457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-karya-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1457"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1457\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1461,"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1457\/revisions\/1461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikom.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}